Hot cookies are waiting for you !!

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur.

TERAPI URIN


Mungkin ada beberapa dari kita yang sudah pernah mendengar mengenai Terapi Urin, bahkan mungkin sudah ada yang mempraktekkannya. Bagi yang belum pernah dengar samasekali mengenai terapi urin, mungkin akan merasa jijik dan heran mengenai cara Terapi Urin.

Membahas mengenai Terapi Urin bukan lagi suatu hal yang tabu. Sudah bnayak orang yang sembuh dari penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun, baik penyakit ringan maupun yang berat, hanya dengan meminum urin mereka sendiri.

Saya yakin, pada saat membaca paragraph di atas, ada beberapa orang yang bergidik (hal yang wajar, karena pertama kali mendapat informasi ini saya juga bergidik – jijik).
Berikut ini ada beberapa informasi seputar Terapi Urin yang akan bagikan kepada Anda, semoga berguna.
             Terapi Urin pertama kali dikenal di India, sekitar limaribu tahun yang lalu dan masih tetap bertahan sampai sekarang. Bahkan salah seorang Perdana Menterinya – Morarjibhai Desai (1977-1979) secara blak-blakan mengumumkan kepada rakyatnya untuk meminum urin mereka sendiri tiap pagi. Bukan hanya itu saja, Morarjibhai Desai juga membangun rumah sakit pertama yang menerapkan terapi urin di Desa Kolhapur. Rumah sakit ini bernama Shiwambu Yoga Nature Cure Hospital.
Salah seorang pioneer Terapi Urin yang paling terkenal di zaman modern adalah seorang Inggris bernama John W. Amstrong. Ia melakukan praktik selama 50 tahun di Inggris dan menyembuhkan ribuan pasien dengan berbagai penyakit seperti kanker, penyakit jantung, rematik, asma, gagal ginjal, dan segala jenis penyakit kulit. 

Selain di kedua negara tersebut, terapi urin sebenarnya sudah tersebar hampir di seluruh dunia. Anda bisa dengan mudah menemukan kesaksian para pengguna terapi urin di seluruh dunia, mulai dari Jerman, Belanda, Jepang, Cina, Amerika Serikat bahkan Indonesia, dan tidak menutup kemungkinan jika Anda, saudara atau teman Anda merupakan salah satu dari mereka.
Terapi urin ini sebenarnya sudah ada dari dulu di kalangan masyarakat dunia, hanya saja penggunaannya masih bersifat rahasia. Hal ini dikarenakan penggunanya merasa malu atau takut untuk mempublikasikannya kepada orang lain, meskipun mereka sudah merasakan manfaat dari urin itu sendiri.

SIFAT DAN KANDUNGAN URIN
Setiap hari , orang yang normal dan sehat mengeluarkan 750-1500 cc air seni. Pada umumnya, air seni orang yang normal dan sehat akan tampak jernih dan bening seperti air, atau mungkin agak sedikit kekuningan. Air seni orang yang menderita hepatitis, biasanya berwarna kuning seperti kunyit. sedangkan orang yang menderita panas demam, air seninya bisa berwarna kuning kemerahan. Sedangkan bagi penderita gangguan ginjal, air seninya akan terlihat keruh, kental dan kemerahan.
Air seni orang yang normal dan sehat rasanya tawar atau sedikit asin/asam. Jika warna iar seni lebih kuning, rasanya akan lebih asin atau asam, jika warnanya kuning pekat atau sedikit kemerahan, rasanya bukan lagi asin/asam melainkan pahit. Perbedaan rasa urin ini ditentukan dari jenis makanan yang kita makan, jumlah air yang kita minum dan suhu udara.
Pada umumnya, para vegetarian rasa urinnya tawar. Kalau banyak makan daging, urin akan terasa asin atau asam. Makin banyak daging yang dimakan, maka semakin asin atau asam urin seseorang, bahkan bisa menjadi pahit.
Komponen Urin Pada Analisa Pemeriksaan Rutin Laboratorium
Glukosa
Protein
Amylase
Mikroalbumin
Ureum
Asam urat
Testroteron
Estradiol
Kreatinin
Natrium
Beta nag
Aldosteron
Kalium
Kalsium
Kortisol
Beta HCG
Fosfor
Tes kehamilan
Katekolin
VMA
5-HIAA



Tabel diatas merupakan standar komposisi urin pada analisa pemeriksaan urin rutin di laboratorium yang diajarkan di fakultas kedokteran. Dari tabel ini hanya terlihat tidak lebih dari 21 unsur yang perlu diketahui oleh dokter dan calon dokter.


Berbagai Macam Nutrient Hormonal Dan Enzimatis Yang Ditemukan Dalam Analisis Air Seni.
Alanin total 38mg/hari
Sistin 120 mg/hari
Besi 0,5 mg/hari
Asam askorbat 30 mg/hari
Epinefrin 0,01 mg/hari
Magnesium 100 mg/hari
Asam amino total 2,1g/hari
Glukosa 100 mg/hari
Metionin total 10 mg/hari
Biotin 35 mg/hari
Glisin 455 mg/hari
Omitin 10 mg/hari
Atinin 1,4 mg/hari
Iodine 0,25 mg/hari
Fenilalanin 21 mg/hari
Dopamine 0,4 mg/hari
Lisin total 56 mg/hari
Zat-zat hormonal
Asam folat 4 mg/hari
Mangan 0,5 mg/hari
Aldosteron, pria 3,5mg/hari
Kalium 2,5 mg/hari
Nitrogen total 15 g/hari
Aldosteron, wanita 4,2mg/hari
Riboflavin 0,9 mg/hari
Asam pantotenat 3 mg/hari
Androgen,wanita(20-40 tahun) 14 mg/hari
Tirosin total 50 mg/hari
Fosfor organik 9 mg/hari
Androgen, pria (20-40 tahun) 18,2 mg/hari
Vitamin B6 100 mg/hari
Protein total 35 mg/hari
Androsteron,wanita 4,2mg/hr
Seng 1,4 mg/hari
Triptofan total 28 mg/hari
Androstreon, pria 3,5mg/hari
Ariginin total 32 mg/hari
Urea 24,5 mg/hari
Estradiol,wanita fase luteral 7mg/hari
Alantoin 12 mg/hari
Vitamin B12 0,03 mg/hari
Estriol ,wanita fase luteal 28mg/hari
Bikarbonat 140 mg/hari
Asam glutamat 308 mg/hari
Estron,wanita fase luteal 14mg/hari
Kalsium 23 mg/hari
Ositol 14 mg/hari
Adrenokortikoid ketogenat-17, wanita 12,6mg/hari
Adrenokortikoid ketogenat-17, pria 14,7mg/hari
Steroid ketol 18,2 mg/hari


                Para pakar urinoterapis melaporkan bahwa sementara ini, baru ditemukan tidak kurang dari 200 unsur elemen murni di dalam air seni. Elemen-elemen dari urin tadi bukan saja murni, namun juga sudah dibioaktifkan sehingga waktu diminum dan masuk ke dalam saluran cerna dapat lansung diserap kembali untuk dipakai tubuh tanpa harus mengeluarkan energy sedikit pun.

SEPULUH HIPOTESIS CARA KERJA TERAPI URIN
1.      Penyerapan dan penggunaan kembali nutrisi
2.      Penyerapan kembali hormon
3.      Penyerapan kembali enzim
4.      Penyerapan kembali urea
5.      Efek kekebalan
6.      Efek bakterisida dan virusida
7.      Terapi garam
8.      Efek diuretika
9.      Teori transmutasi
10.  Efek psikologis

URIN SEBAGAI ADAPTOGEN
1.      Urin tidak menyebabkan gangguan dan menimbulkan stress pada tubuh.
2.      Bisa membantu tubuh menyesuaikan diri terhadap berbagai macam perubahan lingkungan dan stress psikologis.
3.      Harus bekerja secara non-spesifik terhadap tubuh, harus bisa membantu mengatur, menyeimbangkan dan menyelaraskan sistem-sistem utama seperti sistem saraf, sistem hormonal, sistem sirkulasi darah, dan sistem kekebalan tubuh.

URIN SEBAGAI Q-TONIC (IMMUNO TONIC)
Seseorang yang secara rutin minum urinnya sendiri, tubuhnya akan terasa hangat dan panas seperti habis minum obat tonikum, alcohol atau sate kambing.

URIN SEBAGAI IMMUNO STIMULANT
Di dalam urin terkandung berbagai jenis antigen-seperti bakteri dan virus- dan juga berbagai jenis allergen. Zat-zat ini, setelah diserap oleh tubuh, akan menjadi semacam auto-vaksin. Dengan demikian, baik sistem pertahanan humoral maupun seluler ditingkatkan sehingga tubuh sekarang tidak mudah lagi kena serangan penyakit atau kanker.

EFEK GANDA BERKAT TERAPI URIN
·         kulit bersih dan berkilat
·         air muka tampak jernih
·         rambut tambah subur dan hitam
·         bercak-bercak di kulit menghilang
·         buang air kecil dan besar menjadi lancar
·         lincah dan gesit
·         cepat pulih dari penyakit dan keletihan
·         tidur nyenyak
·         pandangan mata lebih terang
·         berat badan stabil
·         pikiran (otak) lebih tenang
·         memperlambat proses penuaan
·         menambah semangat
·         stamina dan daya tahan meningkat

BEBERAPA PENYAKIT YANG DAPAT DISEMBUHKAN DENGAN TERAPI URIN
Semua pakar sepakat bahwa terapi urin sangat bermanfat dan berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit, diantaranya:
·         asma
·         batu empedu
·         hepatitis
·         hipertensi dan hipotensi
·         hipertrofi dan kanker prostat
·         infeksi saluran cerna
·         infeksi saluran kemih dan reproduksi
·         infeksi saluran napas
·         kanker
·         kencing batu dan batu ginjal

0 komentar:

Poskan Komentar